Jumat, 14 Maret 2014

Hukum Asal dalam Muamalah adalah Mubah

            Ulama fiqih sepakat bahwa hukum asal dalam transaksi muamalah adalah diperbolehkan (mubah),  kecuali terdapat nash yang melarangnya. Dengan demikian, kita tidak bisa mengatakan bahwa sebuah transaksi itu dilarang sepanjang belum/ tidak ditemukan nash secara shahih melarangnya. Berbeda dengan ibadah hukum asalnya adalah dilarang. Kita tidak bisa melakukan suatu ibadah jika tidak ditemukan nash yang memerintahnya, ibadah kepada Allah SWT tidak bisa dilakukan jika tidak terdapat syariat dari-Nya.
            Allah berfirman: "Katakanlah, Terangkanlah kepadaku tentang rizki yang Allah turunkan kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya haram dan (sebagiannya) halal. Katakanlah, apakah Allah telah memberikan izin kepadamu (tentang ini) atau kamu mengada-ngadakan saja terhadap Allah?" (QS: Yunus :59). Ayat ini mengindikasikan bahwasanya Allah SWT memberikan kebebasan dan kelenturan dalam kegiatan muamalah, selain itu syariah juga mampu mengakomodir transaksi modern yang  berkembang.

Kamis, 13 Maret 2014

Konsep Dasar Fiqih Muamalah


        Sebagai sintem kehidupan, islam memberikan warna dalam setiap dimensi kehidupan manusia, tak terkecuali dunia Ekonomi. Sistem Islam ini berusaha mendialektikan nilai-nilai ekonomi dengan aqidah ataupun etika. Artinya, kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh manusia di bangun dengan dialektika nilai materialisme dan spritualisme. Kegiatan ekonomi yang dilakuan tidak hanya berbasis nilai materi, akan tetapi terdapat sandaran trasendental di dalamnya, sehingga akan bernilai ibadah. selain itu konsep dasar islam dalam kegiatan muamalah (ekonomi) juga sangat konsen terhadap nilai-nilai humanisme. Diantara kaidah dasar fiqih muamalah adalah sebagai berikut :
  • Hukum Asal dalam Muamalah adalah mubah (diperbolehkan).
  • Konsep Fiqih Muamalah untuk mewujudkan kemaslahatan.
  • Menetapkan Harga yang kompetitif.
  • Meninggalkan Intervensi yang dilarang.
  • Menghidari Eksploitasi.
  • Memberikan Ketentuan dan toleransi.
  • Jujur dan Amanah.

Sabtu, 09 Maret 2013

Berjabat Tangan Dengan Wanita yang Bukan Muhrim


         Sory sob mungkin ini gw lagi bagi-bagi ilmu aje semoga bermanfaat bagi kite semua sob selamat menikmati sob :) (y) . Pada zaman sekarang jabat tangan antara laki-laki dengan perempuan hampir sudah menjadi tradisi. Tradisi tak jelas itu mengalahkan ahklak islami yang semestinya ditegakkan. Bahkan mereka menganggap kebiasaan itu jauh lebih baik dan lebih tinggi nilainya dari pada syari'at Allah Tabaroka Ta'ala yang mengharamkan. Sehingga jika salah seorang dari mereka anda ajak dialog tentang hukum syari'at dengan dalil-dalil yang kuat tentang berjabat tangan dan jelas tentu serta ia akan menuduh anda orang kolot, ketiggalan zaman, kaku, sulit beradaptasi, ekstrim, hendak memutuskan tali silahturrahmi, menggoyahkan niat baik dan seterusnya atau sebagainya.
          Sehingga dalam masyarakat kita ini sob, berjabat tangan dengan anak (perempuan), paman atau bibi dengan istri saudara atau istri paman baik dari pihak ayah maupun ibu lebih mudah dari pada minum air. Seandainya mereka melihat secara jernih dan penuh pengetahuan tentang bahaya persoalan tersebut menurut syar'i tentu mereka tidak akan melakukan hal tersebut. Rasullullahu Shallallahu'alaihi wasalallam bersabda : “Sungguh ditusuk kepala salah seorang dari kalian dengan jarum dari besi lebih baik baginya daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya” (HR At-Thabrani dalam shahihul jami' hadist no : 4921).
      Kemudian tidak diragukan lagi, hal ini termasuk zina tangan sebagaiman disabdakan oleh Rasullullah Shallallahu'alaihi wasalallam :
          “Kedua mata berzina, kedua tangan berzina, kedua kaki berzina, dan kemaluanpun berzina” (HR Ahmad, 1/421; shahihul jami' : 4126)
         Dan, adakah orang yang hatinya lebih bersih dari hati Nabi Shallallahhu'alaihi wasalallam?Namun beliau mengatakan :
          “Sesungguhnya aku tidak menyentuh tangan dengan wanita” (HR Ahmad, 6/357 dalam shahihul jami' hadist no : 2509)
        Beliau shallallahu'alaihi wasalallam juga bersabda : “Sesungguhnya aku tidak menjabat tangan wanita” (HR At-Thabrani dalam Al-Kabir : 24/342, shahihul jami' :70554)
        Dan dari Aisyah Radliallahu Anha, dia berkata : “Dan demi Allah, sungguh tangan rasullullah SAW tidak (pernah) meyentuh tangan perempuan sama sekali, tetapi beliau membaiat mereka dengan perkataan” (HR Muslim, : 3/1489)
        Mungkin ini aja dari gw sob kalau ada salah atau ada yang gk *SREK* dengan tulisan gw mohon maaf aj, kalau bisa tolong dikritik apa yang gw tulis sob, trus masukan jangan lupa mungkin ini aj  dari gw sob, sekian wassalam..........>?><>>?><. :D

Jumat, 01 Maret 2013

JANGAN TAKUT BERMIMPI

        Bagi sebagian orang, bisa kuliah adalah sesuatu yang sangat biasa. Sekedar bisa lulus SMA walau dengan nilai pas-pasan kemudian tinggal daftar ke perguruan tinggi. Perguruan tingginya bisa juga di pilih mau ke perguruan tinggi yang negri tinggal masuk ke kelas internasional atau kelas khusus. Mau perguruan tinggi swasta yang bonafid, juga tinggal daftar. Kalau perlu tinggal daftar kuliah di luar negri. Semuanya bisa menjadi mudah kalau orang tua punya uang banyak uantuk membiayayainya.
        Tapi bagi sebagian anak bangsa lainnya, bisa kuliah itu seperti mimpi. Tidak sedikit yang untuk bermimpi kuliah sudah tak sanggup karena untuk menyelesaikan SMA saja sudah nyaris “lumpuh” melihat orang tua menanggung anak negri untuk berkhayal untuk menjadi mahasiswa. Sebagian generasi berlian itu nyaris tetap terpendam dalam pasir.
    Saat asa menjadi mahasiswa itu nyaris padam, informasi adanya beasiswa yang akan membantu biaya kuliah adalah cahaya dalam kegelapan. Ia membangkitkan keberanian untuk bermimpi menjadi mahasiswa. Ia menjadi menyala semangat untuk berjuang menikmati pendidkan tinggi. Tidak ada yang tidak mungkin untuk menjadi mahasiswa di kampus erguruan tinggi negri. Kini semua anak-anak dari kelurga miskin punya keempatan untuk bisa menikmati kuliah.
Beastudi Etos adalah salah satu progam Dompet Dhuafa yang di desain agar setiap anak negri dari keluarga miskin terproteksi impian nya untuk kuliah. Bukan hanya menikmati biaya kuliah, tapi juga menjalani pengembangan diri. Persaudaraan dan jarigan koloborasi juga ditumbuhkan untuk mencapai impian masa depan. Pada saatnya mereka semua menjadi bintang-bintang di langit Indonesia.
Melalui tulisan ini kita bisa melihat sebagian wajah anak negri senyatanya dalam panggung pendidikan Indonesia. Goresan pengalaman hidup mereka seolah menjadi cermin untuk kita belajar agar jangan pernah takut bermimpi. Meski impian kita telah di pasung dan di kerangkeng, tapi ada selalu celah untuk merenda mimpi kita. Kesungguhan dan perjuangan yang tiada kenal menyerahlah yang mampu menembus rintangan dalam menggapai mimpi. Mungkin ini aja dari gw kalau ada salah mohon kritikannya y,,,,,,,,, :D (y). Wassalamu'alaikum.